You are currently viewing Mujizat Mau, Kasih Karunia Nggak?

Mujizat Mau, Kasih Karunia Nggak?

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.

Yohanes 5:14

Perkataan Tuhan Yesus kepada orang yang sudah sakit 38 tahun lamanya dengan mengatakan “jangan berbuat dosa lagi”,  terbilang sangat jarang. Dalam kitab Injil, hanya 2 kali Tuhan Yesus mengatakannya. Pertama kepada orang sakit tersebut dan kedua kepada perempuan yang kedapatan berzinah (Yohanes 8:11).

Orang yang disembuhkan setelah 38 tahun sakit, awalnya berpikir bahwa dia bisa sembuh kalau berhasil menjadi orang yang pertama masuk ke dalam kolam Betesda. Tapi sayang tidak ada yang menolongnya masuk ke kolam. Dia tidak menyangka bahwa ternyata ia bisa sembuh hanya karena bertemu Yesus dan menyuruhnya bangun, angkat tilam, dan berjalan………mujizat terjadi.

Ketika orang-orang Yahudi menegurnya karena memikul tilam di hari Sabat, ia mulai takut kepada orang-orang itu dan mulai berdalih dan menyalahkan Tuhan Yesus yang sudah menyuruhnya. Mengapa dia tidak berusaha menjelaskan bahwa ia sakit 38 tahun dan sekarang disembuhkan? Bukankah ini kejadian yang sangat diinginkan ……kesembuhan terjadi.

Ia tahu bahwa adat istiadat Yahudi melarang melakukan kegiatan pada hari Sabat, orang yang melanggarnya bisa kena hukuman.

Ketika Yesus bertemu kembali di Bait Allah dengan orang tersebut, Ia berkata : “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Coba perhatikan dengan seksama, orang yang sudah disembuhkan ini tidak mengucapkan syukur dan terima kasih satu kali pun. Ia memilih untuk ke luar dan memberitahukan pada orang-orang Yahudi bahwa Yesuslah pelakunya. Padahal ia tahu konsekuensi dari hal tersebut, Yesus akan ditangkap bahkan bisa dianiaya orang-orang Yahudi.

Mujizat mau, kasih karunia nggak?

Orang yang sakit 38 tahun lamanya telah disembuhkan Yesus, tapi sakit rohaninya ternyata belum sembuh. Dalam peristiwa-peristiwa mujizat lainnya, biasanya Yesus mengatakan imanmu telah menyelamatkanmu. Ini berarti bukan hanya penyakitnya yang sembuh, dosanya pun diampuni. Hanya kepada orang sakit ini, Yesus berkata jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu tidak terjadi yang lebih buruk. Secara gamblang Yesus mengingatkan supaya berubah sikap hati dan berhenti melakukan dosa. Orang sakit ini lebih takut kepada orang-orang Yahudi, kepada adat-istiadat/budaya, tetapi tidak takut kepada Allah.

Dalam renungan ini, Yesus mau mengingatkan kita kejarlah kasih karunia bukan cuman mujizat. Mujizat adalah hal yang sangat mudah bagi Tuhan, tapi yang Tuhan mau adalah perubahan cara berpikir (metanoia-bertobat). Jangan dikalahkan oleh ajaran-ajaran manusia atau nilai-nilai yang bukan berasal dari Firman Tuhan. Firman Tuhan selalu bersifat membangun dan menguatkan bukan meruntuhkan atau merusak.

“Jangan berbuat dosa lagi, supaya tidak terjadi hal yang lebih buruk!”

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

-AWSW-

Leave a Reply